.::Wongbagoes

Icon

Mengetahui saja belum cukup, kita harus bertindak. Sekedar inginpun belum cukup, kita harus melaksanakan

Mengungkap Dibalik Kekerasan Monas

WongbagoesTM – Kiriman dari teman:

Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu, nama Saya adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis Jaringan Islam Liberal dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL.

Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada kawan-kawan sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian sebenarnya dibalik kejadian yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni yang lalu.

Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang telah di skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM yang sedang marak ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan kedok saja untuk mencegah agar ajaran Ahmadiyah tidak dibubarkan.

Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA, Nasaruddin Umar melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY di Cikeas, Bogor. Hal ini mereka bisa akses langsung kedalam berkat orang dalam yaitu Andi Malarangeng yang notabene kakak kandung dari Rizal Mallarangeng.

Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY selaku presiden dan kepala pemerintah meminta kalangan JIL mengalihkan isu yang sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain. Rizal M, yang merupakan pemuda JIL yang cerdas memberikan usul bagaimana isu kenaikan BBM yang sekarang ini diupayakan diganti dengan isu membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dengan mengangkat isu pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini JIL selalu mendapatkan perlakuan keras dari FPI.

Lalu setelah mendapatkan ‘restu’ dari presiden Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan Kayu No. 68 H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana membuat skenario agar anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan perusakan yang membuat masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu setelah melakukan diskusi selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu akhirnya berhasil membuat skenario yang bagus, dengan memanfaatkan momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni, mereka akan membuat semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan beragama dan berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para peserta yang hadir sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut datang dan membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham betul, bahwa massa FPI sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan kekerasan dan pengerusakan.

Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi SBY melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan Mohammad secara terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi tersebut dan akan mentrasferkan dananya sebesar 10 miliard rupiah untuk melancarkan aksi tersebut.

Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas JIL, termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali dan sedang membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa kawan-kawan yang diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan tugasnya seperti mengundang kalangan pers media cetak dan media elektronik untuk hadir di acara tersebut. Orang-orang Ahmadiyah pun bersedia mengerahkan beberapa massanya untuk menghadiri aksi damai besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak melalui SMS membuat isu kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi damai di silang damai.

Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue tersebut, tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang berlangsung dengan membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk dan ratusan anggotanya melakukan pemukulan kepada anggota aksi tersebut. Yang akhirnya terjadi aksi kekerasan tersebut. Hal ini yang diketahui dikalangan anggota FPI adalah aksi tersebut adalah aksi yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara kasar dan memaksa membubarkan aksi tersebut.

Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis ketahui bahwa,
1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu skenario yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan isu BBM.
2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena selama ini FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan aksi.
3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan simpati dari masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi dibubarkan.
4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan untuk memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.

Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang membuat saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama dengan kawan-kawan JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap kawan-kawan setanah air dan sebangsa mau menyebarkan email kekawan-kawan sekalian. Terima kasih.

Salam,
Nong Darol Mahmada
nong@isai.or. id

Filed under: Artikel, , , , ,

6 Responses

  1. Aljibran El-Akbar says:

    Dari sejak awal saya telah mengatakan tragedi monas adalah sebuah skenario yang berhasil, tapi saya belum tahu siapa di balik skenario itu semua.
    siapa pendiri JIL? notabene seorang jebolan Harvard University. Liberalisme mungkin besar pengaruh nya kepada pendiri JIL dan ini nyata..JIL=Jaringan Islam Liberal
    FPI nyata berjuang untuk menentang ahmadiyah menegakkan aqidah2 Islam,tapi apa yang di perjuangkan JIL?
    Saya sangat keberatan dan menantang kalau FPI harus dibubarkan. Kalau FPI bubar… hilanglah satu laskar pembela islam,dan akan semenah menah musuh Islam untuk mengobrak abrik kan Islam secara sembunyi maupun terang2an.
    FPI bubar…akan mudah aliran penghancur islam masuk ke indonesia, mungkin ada lagi setelah ahmadiyah2 yang lain,Jaringan2 Islam lain nya.
    Saya salut kepada pembuat skenario monas…sangat berhasil…membodohi orang2 awam
    yang hanya langsung memberi respon tanpa melihat apa yang ada di balik peristiwa tersebut. Saya sedih melihat banyak saudara Islam yang meneriakan pembubaran FPI… di banding meneriakan pembubaran ahmadiyah.
    Alhamdulillah…SKB ahmadiyah telah terbit…tapi perjuangan FPI tidak harus berhenti disini. FPI harus terus ada dan terus ada, karena masih banyak musuh Islam yang lain yang selalu mengintai untuk kehancuran atau perpecahan umat Islam.
    Teruskan perjuangan mu FPI…ALLAHUAKBAR!!!

  2. Gelandangan says:

    Iyyyaaa Monas lagi klo saya sih pribadi ini semua adalah ide gila sang POLITIK KAMPRET
    yang kerjanya cuman membenturkan Aspirasi aja demi mencapai tujuan Pribadinya

    Bisa jadi benar mas🙂

  3. realylife says:

    semoga kebenaran segera terungkap

    Katakan hitam adalah hitam, katakan putih adalah putih

  4. taro says:

    Terus terang saya masih meragukan kesaksian Nong Darol Mahmada,
    tapi kalo tragedi monas ada yang buat skenarionya saya percaya yang ini,
    nah siapa dalang sebenarnya?

    Hayo, siapa yg tau???

  5. jos says:

    maaf, seharusnya anda menolak sebelum aksi terjadi. pengungkapan setelah terjadi ? apa tidak malah negeri ini kacau balau, Saya setuju BBM diturunkan, tetapi konsep apa yang dapat kita berikan kepada pemerintah. Lihat tetangga kita Malaysia, begitu harga BBM dibawah harga dinegeri Jiran tersebut, buru-buru pemerintahnya melarang orang asing membeli BBM dinegerinya. Sekarang harga BBM disana udah jauh lebih mahal dari harga BBM Indonesia. Apa artinya ???? bangsa kita selalu diiming-imingi kesempatan menyelundupkan BBM dalam negeri ke negeri tetangga. Saran saya, ciptakan kondisi kondusif di negeri ini agar rakyatnya bisa leluasa bekerja untuk meningkatkan taraf hidup, dengan taraf hidup lebih baik, harga BBM mau dinaikan selangitpun tidak ada masalah. Kemudian bagi orang-orang yang sengaja menyelundupkan BBM kita keluar negari, saya setuju untuk di hukum seberat-beratnya.
    Sekali lagi komentar saya terhadap pernyataan anda, seyogyanya ungkapkan penyesalan anda kepada Tuhan, bukan kepada manusia yang kita tahu tidak semua bisa berfikir yang lebih arif. Saya prihatin dengan statemen para rakyat kecil, yang merindukan pemerintahan SUHARTO, meski hidup tertekan mereka merasa nyaman mencari nafkah. Lihat di pedesaan sana, para penjaja sayur tidak lagi berani jalan kaki dipagi buta. Mereka terlambat tiba dipasar, sayurannya layu dan tidak laku. Para pembeli lebih suka ke pasar-pasar modern, yang barang-barang jualannya didatangkan dari negara-negara tetangga.
    OK … ???
    Saya sangat prihatin terhadap pernyataan yang terkesan munafik
    penyesalan ini bukan solusi tetapi menggelindingkan bola panas

    Waduw, kok saya rada bingung???

    Ngomentari tulisan saya, atau ngomentari pernyataan di atas??

  6. kaudanaku says:

    setuju dengan pendapat realylife, semoga kebenaran cepat terungkap. cuman kalo menurut aku, kasihan orang awam yang ga tau harus membela mana yang benar karena semuanya terlihat abu2.

    pokok’e maju terus FPI, semoga ALLAH membukakan hati para penista agama kita. Amiiin…………………

    Amin,.. Amin,..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: