.::Wongbagoes

Icon

Mengetahui saja belum cukup, kita harus bertindak. Sekedar inginpun belum cukup, kita harus melaksanakan

Kenaikan BBM: Sebuah Bukti Pemerintah Tidak Peduli Kepada Rakyat

WongbagoesTMBBM kembali akan dinaikkan Pemerintah mulai bulan Juni ini. Janji-janji yang dilontarkan SBY beberapa waktu lalu hanya omong kosong belaka. Menurut pemerintah kenaikan BBM terpaksa ditempuh untuk mengurangi beban subsidi dalam APBN akibat tekanan harga minyak dunia yang berada di atas US$ 120 per barel.

Dalam klausa ekonomi, mengurangi beban anggaran dengan mengurangi subsidi adalah tindakan halal. Hal ini menjadikan kondisi anggaran semakin sehat. Belanja pemerintah yang tidak dikuras subsidi akan menjadikan stimulus perekonomian. Tetapi, kenyataannya besarnya anggaran dipenuhi dengan angka-angka pembayaran utang luar negeri. Jadi, ketika pemerintahberusaha mengurangi beban subsidi energi dengan meniakkan kebijakan BBM, tidak otomatis akan menaikkan porsi untuk pembangunan.

Maka kebijakan ini akan menyelamatkan anggaran, tetapi tidak akan menyelasaikan persoalan rakyat. Jelas bahwa kenaikan harga BBM ini akan semakin menyengsarakan rakyat Indonesia. Dengan kehidupan perekonomian yang saat ini sudah sangat terpuruk, maka kenaikan harga BBM tersebut akan menjerumuskan rakyat Indonesia semakin dalam ke dalam kemiskinan. Jumlah penduduk miskin diperkirakan akan naik menjadi 41 juta jiwa dari sebelumnya 37,1 juta jiwa bahkan pengamat ekonomi CSIS meramalkan penduduk miskin akan meningkat menjadi 44 juta jiwa. (Media Indonesia, 8/5 2008)

Menaikkan harga BBM jauh dari rasa keadilan bagi rakyat, karena mengalihkan beban negara kepada rakyat. Pemerintah selalu memakai alibi bahwa kebijakan ini adalah pilihan pahit terakhir. Dengan kenaikan BBM ini maka tentunya akan berakibat kenaikan harga-harga bahan kebutuhan pokok yang selama ini juga sudah mengalami kenaikan, kenaikan sarana-sarana transportasi umum yang selama ini menjadi roda perekonomian rakyat, juga kenaikan harga BBM ini akan mengakibatkan pengangguran semakin tinggi dan dampak-dampak turunan lainnya.

Jelas bahwa selama ini pemerintah tidak pro kepada rakyat, tidak mempedulikan keadaan rakyat yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dukungan-dukungan kenaikan dari KADIN dan APINDO menunjukkan bahwa hanya mereka yang mempunyai modal besar yang siap dengan kenaikan harga BBM ini.

Padahal, banyak jalan lain yang bisa ditempuh pemerintah tanpa mengorbankan kepentingan rakyat. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan pemerintah antara lain: mengambil alih asset-asset yang dimiliki pengemplang BLBI, penghematan secara besar-besaran baik pada departemen maupun pada lembaga pemerintah nondepartemen, memanfaatkan dana APBD yang mengendap di dalam SBI yang berjumlah Rp. 146 triliun, pemerintah juga dapat mengurangi belanja barang yang selama ini terus meningkat. Kebijakan itu lebih mempunyai rasa keadilan daripada kebijakan yang hanya mengorbankan rakyat, dengan mengubah-mengubah subsidi energi saja.

Dan rakyat-rakyat negeri ini masih berharap suatu saat ada pemimpin di negeri ini dan anggota dewannya yang terhormat mengatakan:

Karena rakyatku sedang kesusahan, maka seluruh gajiku, tunjunganku, dan fasilatas yang selama ini aku peroleh akan kusumbangkan seluruhnya untuk rakyatku

Betapa bahagianya…

Filed under: Opini, , ,

One Response

  1. kangipul says:

    aku setuju wil kalo kenaikan BBM akan berdampak pada kesejahteraan rakyat yang akan menurun. tapi kita kan tidak selamanya akan bergantung pada BBM yang bisa dipastikan akan semakin habis. sebelumnya mungkin sudah banyak yang mengomentari isu kenaikan BBM dari segi keuangan negara yang katanya akan jebol jika BBM tidak naik, termasuk alasan pemerintah sendiri dalam menaikkan BBM.aku akan mengomentari kenaikan BBM dari segi gaya hidup masyarakat kita dan dari segi nasib dunia di
    masa datang dan nasib anak cucu kita.
    kalo harga BBM ga dinaikin, maka smakin banyak diantara kita yang menikmati BBM dengan seenaknya. padahal dengan tidak dibatasinya jumlah kendaraan
    bermotor di Indonesia, diperkirakan dalam satu tahun kedepan jumlah
    kendaraan bermotor di Indonesia bisa mencapai 100 juta bahkan lebih.
    bayangkan dalam satu bulan berapa barel BBM yang habis diminum
    kendaraan di Indonesia. diramalkan minyak di bumi akan habis dalam
    10 tahun kedepan, belum energi yang lain seperti batu bara dan gas
    alam. jika hal itu sampai terjadi, mau minum apa motor kita 10 tahun
    lagi ? apa mau minum air ? semoga aja penemuan bahan bakar dari air itu bisa segera direalisasikan.
    selain itu, listrik yang kita pake dari
    PLN juga dari generator yang juga digerakin pake BBM juga. kalo
    abis, trus rumah kita mo pake apa ? mau pake lilin ? lilin kan juga
    dari minyak juga. mo kembali sperti dulu, gak usah pake listrik tapi pake lampu petromak atao pake “oncor” (lampu bakar seng teko bambu, diujungnya pake kain dibasahi minyak). bahan bakarnya ya minyak tanah juga. jadi yang dikwatirkan adalah masa depan kita dan anak cucu kita akan benar-benar suram jika kita sekarang berboros-
    borosan dalam pemakaian BBM. kecuali ada alternatif energi lain yang
    bisa kita manfaatkan. Indonesia punya air melimpah, tapi PLTA kita belum mampu memenuhi kebutuhan listrik secara global.
    selain itu, dampak dari pemakaian BBM pada banyak kendaraan bermotor
    ini adalah terciptanya pencemaran udara yang berakibat pada global
    warming yang sering kita dengar isunya selama ini. sebagaimana yang diceritakan dalam film “the day after tomorrow” atau “water world”. di sana terdapat akibat dari pemanasan global disertai penjelasan2 ilmiahnya. mungkin terkesan dibesar-besarkan,
    namun bisa dipastikan seperti itulah bumi nanti jika kondisi ini
    semakin parah. yang pasti bisa kita ambil sisi positifnya dari kenaikan BBM adalah untuk
    kelestarian umat manusia di dunia. aku juga setuju perlunya program penghematan besar-besaran seperti yang kamu usulkan. ya mungkin dengan dinaikkannya BBM ini akan mempermudah terealisasinya gaya hidup hemat untuk masyarakat kita.

    Analisis yg bagus pul…

    Ak setuju jika pemakaian BBM di hemat, tp bukan dgn cara menaikkan BBM. Usulmu jg bagus “pembatasan jumlah kendaraan bermotor” itu rasanya lebih pas. Memang subsidi harus diatur lagi,. sudah selayaknya kendaraan2 umum, perahu nelayan, solar2 untuk traktor mendapatkan subsidi..

    Iya tho??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: