Ya, ini merupakan perjalanan saya ke gunung Gede yang ke-3. Yang pertama saat masih di tingkat pertama, yang kedua saat tingkat dua, dan ini tanggal 20-21 Mei 2008 kemarin yang ketiganya.
Perjalanan kemarin rencananya akan diikuti oleh 9 orang, tapi pas berangkatnya hanya diikuti 4 orang; saya, Acun, Ali, Adit. Kebetulan juga semua yang ikut mempunyai huruf awalan sama yaitu “A”. Sebelum berangkat ke Gn. Gede diharusakan untuk melakukan booking terlebih dahulu. Dan melakukan pembayaran 3 hari sebelum tanggal pendakian. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana kita bisa booking, kemudian dapat melakukan pembayaran pas hari pendakian. Untuk sekali pendakian tiap orang dikenakan tiket masuk @Rp. 5000; dan asuransi @Rp. 2000;.
Dari sini cerita berawal…
Selasa, 20 Mei 2008 @09.30 berangkat dari Dramaga bukan Darmaga naik angkot ke Terminal Laladon dengan biaya @Rp. 2000; Kemudian dari Terminal Laladon ke Terminal Baranangsiang dengan biaya @Rp. 2500; Dengan bawaan yang begitu besar kehadiran kita di dalam angkot kliatannya sangat mengganggu penumpang. Selain udah sempit angkotnnya, dimuatin lagi tas carier sebesar 50-80 liter membuat angkot teras penuh sesak.
Setelah sampai di BS, kita naik bus jurusan Bandung dengan biaya @Rp. 12.500; (Tiket bus bervariasi dari Rp. 8.000 – Rp. 15.000 tergantung nego). Meskipun nggak AC, bus yang kita tumpangi cukup nyaman berbeda dengan angkot yang penuh sesak.
Rencananya kita mo naik lewat Gunung Putri, jadi bus turun berhenti di Pasar Cipanas. Di Pasar Cipanas, saya menyempatkan diri membeli bekal (Ya dari pada naik dengan kondisi perut lapar bisa berabe nantinya…). Naik angkot jurusan Gunung Putri @Rp. 4.000; dan setelah sampai langsung menuju Pos Pemeriksaan untuk menyerahkan surat izin. Nah, di pos ini tempatnya pemeriksaan para pendaki yang sudah turun maupun yang mau naik. Jadi buat yang turun lewat Gunung Putri, jangan pernah merehmekan apa yang sudah menjadi peraturan di TNGP (Taman Nasional Gede Pangrango) misal gak boleh bawa deterjen, sabun, shampo, alat elektronik, pisau besar, dan tentunya seluruh tumbuhan yang ada di kawasan ini. Pas kemarin mo naik, ada anaksalah satu Mapala terkemuka di Ibukota yang melakukan pelanggaran. Distulah bisa jadi kita tertahan, syukur kalo hanya mendaptkan pencerahan tapi klo seandainya hukuman bisa jadi gak bisa pulang.
Sebelum berangkat, kita numpang sholat Dhuhur dan Ashar (di jamak). Kira-kira pukul 15.30, kita berangkat. Dan baru 10 menit jalan, kita salah jalur masuk ke persawahan (Untung dingatkan penduduk sekita). Sebenarnya pendakian ke Gunung Gede via Gunung Putri dari yang ikut belum pernah lewat sini. Tapi 2 tahun lalu saya pernah turun lewat pintu ini (Jadi agak gak ngerti medannya).
To be continued…
Filed under: Artikel , Gunung gede, pangrango, pendakian
beuh. asyiknyaa.. saya pertama kali naek gunung juga ke Gede, dan langsung jatuh cintaa.. hhu.. ayo dilanjutin ceritanya.. ^^